Minggu, 19 April 2015

Selamatkan Ikan Pora-pora

Pemerintah Diharapkan Miliki Solusi Tepat

Humbahas

Ikan Pora-pora yang menjadi ikan khas Danau Toba kini hampir tidak ada lagi
ditemukan. Pasalnya, ikan yang selama ini menjadi mata pencaharian sebagian
besar masyarakat di pinggiran Danau Toba khususnya wilayah Humbang
Hasundutan (Humbahas), telah berada diambang kepunahan. Pihak Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Humbahas diharapkan memiliki solusi tepat untuk
menyelamatkan ikan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Humbahas, Irwan Simamora ketika dikonfirmasi, Sabtu
(11/4), menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat
menggantungkan hidup pada jenis ikan air tawar tersebut, yang selama ini
berkembang di perairan Danau Toba. Bahkan sepuluh tahun terakhir, ikan
tersebut telah menjadi sumber penghasilan bagi keluarga terlebih bagi
masyarakat yang bermukim di kawasan Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbahas.

“Sudah sangat banyak masyarakat kita bertahan hidup dari penjualan ikan
Pora-pora, kita sangat berharap, diberikan solusi untuk pengembalian
habitat ikan yang sudah populer di sekitar Danau Toba ini. Kita
menginginkan pengkajian kembali terkait penyebab utama hilangnya ikan ini,”
jelasnya.

Irwan juga memaparkan, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap dinas
terkait mengenai kepunahan ikan Pora-pora. “Sejauh ini hasil paparan yang
kita diterima dari dinas terkait mengenai kepunahan ikan tersebut adalah
ulah dari manusia, namun dari pengakuan masyarakat sekitar, ada semacam
kehadiran ikan habitat baru dengan sebutan ikan Kaca-kaca yang memangsa
ikan Pora-pora sehingga menjadi punah,” lanjutnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Humbahas, Rudy Simamora
mengatakan penyebab hilangnya ikan Pora-pora adalah ulah masyarakat yang
melakukan penangkapan dengan sistem tidak baik, dan tidak perlu dilakukan
pengkajian kembali. Ikan yang sudah diambang kepunahan tersebut jelas tidak
diijinkan masyarakat berkembang, dengan alasan kebutuhan pasar, hingga yang
masih berukuran kecil sekalipun. “Masyarakat yang seharusnya sadar, bahwa
ikan tersebut harus diselamatkan dengan merubah pola penangkapannya,”
ungkapnya.

Rudy menambahkan bahwa ikan seperti Pora-pora tidak dapat dibudidayakan,
karena harus dibebaskan untuk membaur dengan alam agar perkembangannya
cepat. “Disinilah peran masyarakat untuk memberikan waktu bagi pertumbuhan
dan perkembangan ikan Pora-pora, sehingga pola penangkapan yang dilakukan
masyarakat selama ini tidak boleh dilakukan kembali,” pungkasnya.

Memasuki Tahun Pilkada

Sekda: PNS Terbukti Melakukan Tindakan Fisik Dalam Kampanye, Akan Ditindak Tegas

Humbahas
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini yang akan diselenggarakan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbahas meminta seluruh jajarannya untuk bersikap netral, dan tidak terlibat dalam politik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Humbahas, Saul Situmorang SE MSi, kepada wartawan, Jumat (10/4) mengatakan, bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di lingkungan kerja Pemkab Humbahas terlibat dalam politik, maupun ikut serta berperan nantinya dalam mensukseskan calon kepala daerah. “PNS yang terbukti nantinya melakukan tindakan fisik dalam kampanye, akan kita tindak tegas,” himbaunya.
Saul juga menghimbau setiap PNS haruslah memegang teguh Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 mengenai Disiplin PNS. “Di PP itu sudah dijelaskan, melarang setiap PNS terlibat dalam memberikan dukungan bagi setiap calon Kepala daerah/wakil ketika kampanye,” ujarnya.
Terkait penjatuhan sanksi terhadap PNS terlibat dalam politik, Saul mengatakan akan dikenakan sanksi sesuai dalam aturan kepegawaian negera. Bahkan jika terbukti secara nyata terjun ke dunia politik maka akan dilakukan penurunan pangkat setingkat, hingga  pemberhentian sebagai status PNS.
“Baik PNS yang berada di lingkungan dinas, badan, kantor, maupun tingkat sekolah agar tetap menjaga netralitas. Kita sebagai abdi Negara hendaknya memberikan pelayanan bagi masyarakat, Jadi bekerja sajalah, tidak usah dicampuri itu semua,” lanjutnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada salah seorang PNS yang tidak ingin disebutkan namanya  terkait larangan berpolitik tersebut, dia mengakui sudah mendengar himbauan tersebut. Akan tetapi, menurut ayah dari 3 orang anak itu mengatakan bahwa larangan berpolitik praktis bagi PNS adalah perangkap yang membuat banyak oknum PNS terjebak. Pasalnya, sebagai bagian dari aparatur negara, PNS dituntut untuk objektif, namun ketika pemilihan, PNS juga harus menjadi warga negara yang menggunakan hak suaranya dengan baik.
“Jika memang PNS dinyatakan tidak boleh mengikuti politik praktis, semestinya hak suaranya pun pada saat pemilihan, baik itu pemilu, pilkada, maupun pilpres harus juga dinyatakan tidak memlilih. Samakan saja dengan TNI maupun Polri, inikan kami jadi seperti memakan buah simalakama, disatu sisi kami diminta untuk netral, sementara saat pemilihan kami harus menggunakan hak suara. Sama saja bohong,” terangnya.
Pegawai yang berada dilingkungan kesekretariatan pemkab Humbahas tersebut juga mengatakan bahwa dengan mengajak keluarga termasuk istri maupun anak-anaknya untuk memilih terhadap salah satu kandidat sudah merupakan bagian dari keterlibatan politik. Sehingga jika memang memungkinkan, sebaiknya dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa PNS tidak memiliki hak suara. “kalau itu sudah dikeluarkan maka semuanya selesai, tidak menjadi suatu masalah lagi,” pungkasnya.

Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Norita br. Purba Ditemukan Disemak-semak

Humbahas
Sesosok mayat wanita, Norita br Purba (17) warga Dusun Sibaragas, Desa Sahit Nihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditemukan sudah membusuk oleh masyarakat beserta kepolisian tidak jauh dari areal perkampungan korban yang berada di semak-semak dan merupakan wilayah perladangan warga, Rabu (7/4) pukul 17.30 WIB.
Informasi yang diperoleh wartawan, korban yang memiliki paras cantik tersebut merupakan siswi kelas XII, SMK Negeri 1 Doloksanggul sebentar lagi akan mengikuti UN diduga menjadi korban pembunuhan dan dibuang ke dalam semak dengan mengenakan pakaian.
Penemuan mayat tersebut berawal dari orang tua korban br Munthe telah membuat laporan pengaduan kepada kepolisian mengenai anak gadisnya yang tak kunjung pulang setelah dibawa oleh teman lelaki korban malam minggu (4/4) lalu, yang berinisial PS (19) warga Dusun Sijungkang, Desa Sahit Nihuta, Doloksanggul.
Kepala Polisi Resort (Polres) Humbahas AKBP Rustam Mansur SIK melalui Kasubbag Humas, Aiptu H Meliala ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan langsung menindak lanjuti dengan pemanggilan PS untuk dimintai keterangan. “Kita telah memanggil saudara PS, untuk dimintai keterangan demi kepentingan penyelidikan,”paparnya.
Keterangan yang berhasil di himpun dari PS, selanjutnya pihak kepolisan langsung menuju perkampungan korban untuk melakukan penyisiran. Hingga tiba di lokasi, sejumlah aparat kepolisan yang diikuti oleh masyarakat tersebut, tiba-tiba mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat berasal dari semak-semak. Ketika di hampiri, bau tak sedap itu berasal dari sesosok mayat wanita yang sudah terbujur kaku dan membengkak.
 Mengetahui mayat anaknya yang ditemukan tersebut, orang tua korban langsung syok dan menjerit histeris. Mayat korban langsung dilarikan menuju RSUD Doloksanggul.
Kepala RSUD Doloksanggul, dr Sugito Panjaitan mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan visum luar dan mayat korban telah diberangkatkan  menuju RS Polri Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. “Mayatnya sudah diberangkatkan sekitar jam 20.30 tadi malam menuju Medan untuk menjalani otopsi,”ujarnya.
Selanjutnya, mayat korban yang telah diberangkatkan untuk menjalani otopsi, Meliala menambahkan kasus ini diharapkan segera mendapat titik terang. “Sekarang kita menunggu hasil otopsi dari Medan, kita berupaya maksimal agar penemuan mayat ini terungkap siapa pembunuhnya,” pungkasnya.
 Membusuk: Mayat Norita br. Purba ditemukan membusuk dan membengkak sedang menjalani visum di RSUD Doloksanggul, Selasa (7/4) malam. (Foto: Eben Ezer Pakpahan)

3455 Siswa SMA sederajat Ikuti UN 13 April Mendatang

3455 Siswa SMA sederajat Ikuti UN 13 April Mendatang
Orang Tua Siswa Diharapkan Menghimbau Anaknya Untuk Tidak Bepergian Sementara Waktu

Humbahas
Sebanyak 3455 siswa SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 13-15 April mendatang sesuai dengan Permendikbud No 5 Tahun 2015, sebut Kadis Pendidikan Humbahas Drs Wistler Sianturi diruang kerjanya, Rabu (8/4).
Diakuinya, peserta UN tahun ini terdiri 1994 siswa SMA, 1441 siswa SMK dan 20 siswa MA yang tersebar di 29 sekolah SMA Negeri/Swasta sederajat di Seluruh Kabupaten Humbahas. Namun untuk SMK, waktu UN akan bertambah 1 hari selanjutnya, yakni berakhir 16 April.
“Untuk SMA, yang di UN kan ada 6 mata pelajaran (mapel), dibagi menjadi  2 mapel setiap harinya. Sementara, untuk SMK itu ada 4 mapel yang di UN kan, itu yang dilaksanakan 1 mapel setiap harinya,” ujarnya.
Pelaksanaan UN tahun ini, berbeda dengan UN sebelumnya. Wistler mengemukakan UN kali ini tidak menjadi syarat kelulusan siswa, melainkan dari pihak sekolah dengan kriteria kelulusan dari masing-masing sekolah. Akan tetapi, nilai UN nantinya akan tetap berpengaruh ketika kelak siswa tersebut akan mengikuti penyaringan untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui SPMB.
“Syarat kelulusan, itu tidak lagi dipengaruhi oleh UN, tetapi dari masing-masing sekolah dengan kriteria kelulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah, tetapi bukan berarti siswa jadi bermain-main. Karena nilai UN yang dia dapat nantinya akan berpengaruh sekali ketika akan melanjutkan perkuliahan,” lanjutnya.
Terkait naskah soal ujian dari Provinsi yang direncanakan tiba hari Kamis (9/4) di kantor Dinas Pendidikan Humbahas, Wistler menghimbau agar setiap perwakilan sekolah menjemput naskah soal . “Pendistribusian soal dari Provinsi hanya sampai di Dinas Pendidikan, bukan ke setiap sekolah,” himbaunya.
Wistler mengharapkan kepada seluruh pihak, baik sekolah maupun orang tua siswa secara bersama-sama mendukung pelaksanaan UN tiap sekolah nantinya untuk dapat semaksimal mungkin menjaga kenyamanan masing-masing siswa, demi pelaksanaan UN yang lebih baik.
“Kepada setiap orang tua siswa, saya harapkan mampu membimbing anaknya untuk menjaga kesehatan, dan menjaga diri agar kelak nanti bisa mengikuti UN. Serta menghimbau anaknya (siswa) yang mengikuti ujian jangan dulu dibiarkan untuk bepergian sementara waktu menunggu ujian selesai,” tutupnya.
Tidak Adanya Drainase Perparah Kerusakan Jalan

Humbahas
Akibat tidak adanya terdapat drainase, hampir seluruh ruas dan badan Jalinsum yang terletak di Dusun Pea Sanggul Desa Dolok Margu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tergenang air setelah diguyur hujan deras kurang lebih selama 1 Jam, Selasa (31/3) sore.
Genangan air yang terus mengalir deras disisi jalan akibat hujan tersebut mengakibatkan terjadinya pengelupasan aspal dan memperparah kerusakan jalan. Seluruh pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi genangan air agar tidak terjebak pada bagian badan jalan yang rusak serta menghindari pengendara sepeda motor terjungkal ke sisi jalan karena pinggiran cukup dalam.
Pantauan wartawan, ketika melintasi jalan tersebut, di ruas kiri dan kanan badan jalan tidak ada dijumpainya drainase. Sehingga air meluber ke badan jalan dan kawasan pemukiman penduduk sekitar.
Aston Silaban (57), warga Desa Dolok Margu mengaku pemasangan drainase di sekitar desa mereka sudah lama tidak dilakukan. “Parit di pinggir jalan disini tidak ada, kadang kami sendiri yang membuat parit itu agar air tidak memasuki rumah,”ucapnya.
Terkait pemasangan drainase yang hanya dilakukan dibeberapa tempat saja, Aston mengharapkan agar di sepanjang sisi jalan segera dilakukan pemasangan drainase selain tidak mengganggu lalu lintas berkendara, pemukiman warga di sekitar jalan pun tidak di genangi air. “Maunya sepanjang jalan tetap ada parit, jadi kita tidak perlu lagi takut ketika hujan datang,”lanjutnya.
Walaupun sejak lama dikeluhkan oleh masyarakat, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan adanya pemasangan drainase di pinggiran jalan Desa Dolok Margu.
Humbahas, Selasa 31 Maret 2015

Tergenang: Kondisi Jalinsum menuju kota Doloksanggul yang terletak di Dusun Pea Sanggul, Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas tergenang air akibat tidak adanya drainase disisi jalan setelah diguyur hujan kurang lebih selama 1 jam. Selasa (31/3). (foto: Eben Ezer Pakpahan)

BRI Unit Lintong Ni Huta Di Bobol Maling, Rp 1,1 Milyar Raib

BRI Unit Lintong Ni Huta Di Bobol Maling, Rp 1,1 Milyar Raib

Kantor unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lintong Ni Huta, cabang Tarutung di bobol maling. Uang tunai senilai Rp 1.112.406.000 raib dari brankas kantor yang terletak di Pasar Baru, Kecamatan Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Kepala Kantor Unit BRI Lintong Ni Huta, Leo Simatupang yang di konfirmasi SIB tidak memberikan keterangan yang lengkap terkait bobolnya brankas bank pemerintah tersebut. Namun saat di hubungi via seluler pada Senin (24/3) Leo membenarkan bahwa bank yang di pimpinnya dibobol maling. Secara singkat Leo mengatakan bahwa bank yang baru mengadakan pengundian tabungan Simpedes tersebut sampai Jumat (21/3) masih dalam kondisi aman.
Namun pada hari Sabtu (22/3) pihak BRI menemukan kantor sudah dalam keadaan kosong dan brankas bank tersebut dalam kondisi terbuka. “Kita sedang melapor di Polres Humbahas, dan kerugian kami sangat besar. Kami juga sedang memberikan keterangan terhadap polisi. Nanti saya hubungi kembali,” ungkapnya. Namun hingga sore hari, pihak BRI tidak dapat diminta keterangan lebih lengkap terkait perampokan bank tersebut.
Secara terpisah, pihak Kepolisian Resort (Polres) Humbahas mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima keterangan dari sejumlah pihak. Selain itu sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara. Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Humbahas, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendro Sutarno mengatakan bahwa pihaknya dalam upaya penjejakan.
Sejauh ini dari pemeriksaan kepolisian, brankas bank tersebut merupakan brankas model lama yang memiliki kunci jepit. Pelaku pembobol brankas menggunakan alat bor sehingga sistem kunci brankas tersebut rusak. Setelah berhasi dibuka, seluruh isi brankas diboyong para perampok. “Kita sudah melakukan penyelidikan, dan kita meminta semua pihak bersabar menunggu pengembangan kasus ini,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai sistem keamanan bank tersebut, Hendro menambahkan bahwa bank tersebut di jaga oleh Satuan Pengamangan (Satpam). Namun dia menilai ada kelalaian petugas keamanan pihak bank. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa sistem keamanan elektronik bank. Termasuk dari sistem alaram dan sistem pengawasan menggunakan kamera. “Datanya sudah kita kumpul, namun kita belum bisa merumuskan hasil sementara dari pemeriksaan. Yang pasti kita juga berharap kepada pengelola bank agar lebih waspada dan memaksimalkan sistem keamanan,”tambahnya.
Sementara dari pantauan wartawan, BRI Unit Lintong Ni Huta, cabang Tarutung tersebut mulai melakukan aktifitas sebagaimana mestinya. Seluruh pelayanan nasabah dapat berjalan dengan baik. Informasi yang dihimpun oleh wartawan pihak BRI Unit Lintong Ni Huta telah meminta bantuan untuk pelayanan nasabah kepada kantor Cabang yang berada di Tarutung. Sehingga seluruh kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan baik. A.Sihombing (45) seorang nasabah BRI tersebut, mengatakan kejadian tersebut tidak menggangu pelayanan terhadap nasabah. “Pelayanan terhadap kami sebagai nasabah tidak ada masalah, namun kami memang mendengar pembobolan uang milyaran rupiah dari kantor ini,” pungkasnya.