Pemerintah Diharapkan Miliki Solusi Tepat
Humbahas
Ikan Pora-pora yang menjadi ikan khas Danau Toba kini hampir tidak ada lagi
ditemukan. Pasalnya, ikan yang selama ini menjadi mata pencaharian sebagian
besar masyarakat di pinggiran Danau Toba khususnya wilayah Humbang
Hasundutan (Humbahas), telah berada diambang kepunahan. Pihak Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Humbahas diharapkan memiliki solusi tepat untuk
menyelamatkan ikan tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Humbahas, Irwan Simamora ketika dikonfirmasi, Sabtu
(11/4), menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat
menggantungkan hidup pada jenis ikan air tawar tersebut, yang selama ini
berkembang di perairan Danau Toba. Bahkan sepuluh tahun terakhir, ikan
tersebut telah menjadi sumber penghasilan bagi keluarga terlebih bagi
masyarakat yang bermukim di kawasan Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbahas.
“Sudah sangat banyak masyarakat kita bertahan hidup dari penjualan ikan
Pora-pora, kita sangat berharap, diberikan solusi untuk pengembalian
habitat ikan yang sudah populer di sekitar Danau Toba ini. Kita
menginginkan pengkajian kembali terkait penyebab utama hilangnya ikan ini,”
jelasnya.
Irwan juga memaparkan, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap dinas
terkait mengenai kepunahan ikan Pora-pora. “Sejauh ini hasil paparan yang
kita diterima dari dinas terkait mengenai kepunahan ikan tersebut adalah
ulah dari manusia, namun dari pengakuan masyarakat sekitar, ada semacam
kehadiran ikan habitat baru dengan sebutan ikan Kaca-kaca yang memangsa
ikan Pora-pora sehingga menjadi punah,” lanjutnya
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Humbahas, Rudy Simamora
mengatakan penyebab hilangnya ikan Pora-pora adalah ulah masyarakat yang
melakukan penangkapan dengan sistem tidak baik, dan tidak perlu dilakukan
pengkajian kembali. Ikan yang sudah diambang kepunahan tersebut jelas tidak
diijinkan masyarakat berkembang, dengan alasan kebutuhan pasar, hingga yang
masih berukuran kecil sekalipun. “Masyarakat yang seharusnya sadar, bahwa
ikan tersebut harus diselamatkan dengan merubah pola penangkapannya,”
ungkapnya.
Rudy menambahkan bahwa ikan seperti Pora-pora tidak dapat dibudidayakan,
karena harus dibebaskan untuk membaur dengan alam agar perkembangannya
cepat. “Disinilah peran masyarakat untuk memberikan waktu bagi pertumbuhan
dan perkembangan ikan Pora-pora, sehingga pola penangkapan yang dilakukan
masyarakat selama ini tidak boleh dilakukan kembali,” pungkasnya.
Minggu, 19 April 2015
Memasuki Tahun Pilkada
Sekda: PNS Terbukti
Melakukan Tindakan Fisik Dalam Kampanye, Akan Ditindak Tegas
Humbahas
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini yang
akan diselenggarakan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Humbahas meminta seluruh jajarannya untuk bersikap netral, dan
tidak terlibat dalam politik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Humbahas, Saul Situmorang SE
MSi, kepada wartawan, Jumat (10/4) mengatakan, bahwa pihaknya akan menindak
tegas setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di lingkungan kerja Pemkab
Humbahas terlibat dalam politik, maupun ikut serta berperan nantinya dalam mensukseskan
calon kepala daerah. “PNS yang terbukti nantinya melakukan tindakan fisik dalam
kampanye, akan kita tindak tegas,” himbaunya.
Saul juga menghimbau setiap PNS haruslah memegang
teguh Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 mengenai Disiplin PNS. “Di PP
itu sudah dijelaskan, melarang setiap PNS terlibat dalam memberikan dukungan
bagi setiap calon Kepala daerah/wakil ketika kampanye,” ujarnya.
Terkait penjatuhan sanksi terhadap PNS terlibat dalam
politik, Saul mengatakan akan dikenakan sanksi sesuai dalam aturan kepegawaian
negera. Bahkan jika terbukti secara nyata terjun ke dunia politik maka akan
dilakukan penurunan pangkat setingkat, hingga pemberhentian sebagai status PNS.
“Baik PNS yang berada di lingkungan dinas, badan,
kantor, maupun tingkat sekolah agar tetap menjaga netralitas. Kita sebagai abdi
Negara hendaknya memberikan pelayanan bagi masyarakat, Jadi bekerja sajalah,
tidak usah dicampuri itu semua,” lanjutnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada salah
seorang PNS yang tidak ingin disebutkan namanya terkait larangan berpolitik tersebut, dia
mengakui sudah mendengar himbauan tersebut. Akan tetapi, menurut ayah dari 3
orang anak itu mengatakan bahwa larangan berpolitik praktis bagi PNS adalah
perangkap yang membuat banyak oknum PNS terjebak. Pasalnya, sebagai bagian dari
aparatur negara, PNS dituntut untuk objektif, namun ketika pemilihan, PNS juga
harus menjadi warga negara yang menggunakan hak suaranya dengan baik.
“Jika memang PNS dinyatakan tidak boleh mengikuti
politik praktis, semestinya hak suaranya pun pada saat pemilihan, baik itu
pemilu, pilkada, maupun pilpres harus juga dinyatakan tidak memlilih. Samakan
saja dengan TNI maupun Polri, inikan kami jadi seperti memakan buah simalakama,
disatu sisi kami diminta untuk netral, sementara saat pemilihan kami harus
menggunakan hak suara. Sama saja bohong,” terangnya.
Pegawai yang berada dilingkungan kesekretariatan
pemkab Humbahas tersebut juga mengatakan bahwa dengan mengajak keluarga
termasuk istri maupun anak-anaknya untuk memilih terhadap salah satu kandidat
sudah merupakan bagian dari keterlibatan politik. Sehingga jika memang
memungkinkan, sebaiknya dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa PNS tidak
memiliki hak suara. “kalau itu sudah dikeluarkan maka semuanya selesai, tidak
menjadi suatu masalah lagi,” pungkasnya.
Diduga Korban Pembunuhan
Mayat Norita br. Purba Ditemukan Disemak-semak
Humbahas
Sesosok mayat
wanita, Norita br Purba (17) warga Dusun Sibaragas, Desa Sahit Nihuta,
Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditemukan sudah
membusuk oleh masyarakat beserta kepolisian tidak jauh dari areal perkampungan
korban yang berada di semak-semak dan merupakan wilayah perladangan warga, Rabu
(7/4) pukul 17.30 WIB.
Informasi yang
diperoleh wartawan, korban yang memiliki paras cantik tersebut merupakan siswi kelas
XII, SMK Negeri 1 Doloksanggul sebentar lagi akan mengikuti UN diduga menjadi
korban pembunuhan dan dibuang ke dalam semak dengan mengenakan pakaian.
Penemuan mayat
tersebut berawal dari orang tua korban br Munthe telah membuat laporan
pengaduan kepada kepolisian mengenai anak gadisnya yang tak kunjung pulang
setelah dibawa oleh teman lelaki korban malam minggu (4/4) lalu, yang berinisial
PS (19) warga Dusun Sijungkang, Desa Sahit Nihuta, Doloksanggul.
Kepala Polisi Resort
(Polres) Humbahas AKBP Rustam Mansur SIK melalui Kasubbag Humas, Aiptu H Meliala ketika dikonfirmasi,
mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan langsung menindak
lanjuti dengan pemanggilan PS untuk dimintai keterangan. “Kita telah memanggil
saudara PS, untuk dimintai keterangan demi kepentingan penyelidikan,”paparnya.
Keterangan yang
berhasil di himpun dari PS, selanjutnya pihak kepolisan langsung menuju
perkampungan korban untuk melakukan penyisiran. Hingga tiba di lokasi, sejumlah
aparat kepolisan yang diikuti oleh masyarakat tersebut, tiba-tiba mencium aroma
tidak sedap yang sangat menyengat berasal dari semak-semak. Ketika di hampiri, bau
tak sedap itu berasal dari sesosok mayat wanita yang sudah terbujur kaku dan
membengkak.
Mengetahui mayat anaknya yang ditemukan
tersebut, orang tua korban langsung syok dan menjerit histeris. Mayat korban langsung
dilarikan menuju RSUD Doloksanggul.
Kepala RSUD
Doloksanggul, dr Sugito Panjaitan mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah
melakukan visum luar dan mayat korban telah diberangkatkan menuju RS Polri Bhayangkara Medan untuk
dilakukan otopsi. “Mayatnya sudah diberangkatkan sekitar jam 20.30 tadi malam
menuju Medan untuk menjalani otopsi,”ujarnya.
Selanjutnya, mayat
korban yang telah diberangkatkan untuk menjalani otopsi, Meliala menambahkan kasus
ini diharapkan segera mendapat titik terang. “Sekarang kita menunggu hasil
otopsi dari Medan, kita berupaya maksimal agar penemuan mayat ini terungkap
siapa pembunuhnya,” pungkasnya.Membusuk: Mayat Norita br. Purba ditemukan membusuk dan membengkak sedang menjalani visum di RSUD Doloksanggul, Selasa (7/4) malam. (Foto: Eben Ezer Pakpahan)
3455 Siswa SMA sederajat Ikuti UN 13 April Mendatang
3455 Siswa SMA sederajat Ikuti UN 13 April Mendatang
Orang Tua Siswa
Diharapkan Menghimbau Anaknya Untuk Tidak Bepergian Sementara Waktu
Humbahas
Sebanyak 3455 siswa SMA/SMK/MA
sederajat di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akan mengikuti Ujian
Nasional (UN) pada 13-15 April mendatang sesuai dengan Permendikbud No 5 Tahun
2015, sebut Kadis Pendidikan Humbahas Drs Wistler Sianturi diruang kerjanya,
Rabu (8/4).
Diakuinya, peserta UN tahun ini
terdiri 1994 siswa SMA, 1441 siswa SMK dan 20 siswa MA yang tersebar di 29
sekolah SMA Negeri/Swasta sederajat di Seluruh Kabupaten Humbahas. Namun untuk
SMK, waktu UN akan bertambah 1 hari selanjutnya, yakni berakhir 16
April.
“Untuk SMA, yang di UN kan ada 6
mata pelajaran (mapel), dibagi menjadi 2
mapel setiap harinya. Sementara, untuk SMK itu ada 4 mapel yang di UN kan, itu yang
dilaksanakan 1 mapel setiap harinya,” ujarnya.
Pelaksanaan UN tahun ini, berbeda
dengan UN sebelumnya. Wistler mengemukakan UN kali ini tidak menjadi syarat kelulusan
siswa, melainkan dari pihak sekolah dengan kriteria kelulusan dari masing-masing
sekolah. Akan tetapi, nilai UN nantinya akan tetap berpengaruh ketika kelak
siswa tersebut akan mengikuti penyaringan untuk memasuki Perguruan Tinggi
Negeri (PTN) melalui SPMB.
“Syarat kelulusan, itu tidak lagi
dipengaruhi oleh UN, tetapi dari masing-masing sekolah dengan kriteria kelulusan
yang sudah ditetapkan oleh sekolah, tetapi bukan berarti siswa jadi
bermain-main. Karena nilai UN yang dia dapat nantinya akan berpengaruh sekali
ketika akan melanjutkan perkuliahan,” lanjutnya.
Terkait naskah soal ujian dari
Provinsi yang direncanakan tiba hari Kamis (9/4) di kantor Dinas Pendidikan
Humbahas, Wistler menghimbau agar setiap perwakilan sekolah menjemput naskah soal
. “Pendistribusian soal dari Provinsi hanya sampai di Dinas Pendidikan, bukan ke
setiap sekolah,” himbaunya.
Wistler mengharapkan kepada
seluruh pihak, baik sekolah maupun orang tua siswa secara bersama-sama
mendukung pelaksanaan UN tiap sekolah nantinya untuk dapat semaksimal mungkin
menjaga kenyamanan masing-masing siswa, demi pelaksanaan UN yang lebih baik.
“Kepada setiap orang tua siswa,
saya harapkan mampu membimbing anaknya untuk menjaga kesehatan, dan menjaga
diri agar kelak nanti bisa mengikuti UN. Serta menghimbau anaknya (siswa) yang
mengikuti ujian jangan dulu dibiarkan untuk bepergian sementara waktu menunggu
ujian selesai,” tutupnya.
Tidak Adanya Drainase Perparah
Kerusakan Jalan
Humbahas
Akibat tidak adanya
terdapat drainase, hampir seluruh ruas dan badan Jalinsum yang terletak di
Dusun Pea Sanggul Desa Dolok Margu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang
Hasundutan (Humbahas) tergenang air setelah diguyur hujan deras kurang lebih
selama 1 Jam, Selasa (31/3) sore.
Genangan air yang
terus mengalir deras disisi jalan akibat hujan tersebut mengakibatkan terjadinya
pengelupasan aspal dan memperparah kerusakan jalan. Seluruh pengguna jalan harus
ekstra hati-hati saat melintasi genangan air agar tidak terjebak pada bagian
badan jalan yang rusak serta menghindari pengendara sepeda motor terjungkal ke
sisi jalan karena pinggiran cukup dalam.
Pantauan wartawan,
ketika melintasi jalan tersebut, di ruas kiri dan kanan badan jalan tidak ada
dijumpainya drainase. Sehingga air meluber ke badan jalan dan kawasan pemukiman
penduduk sekitar.
Aston Silaban (57),
warga Desa Dolok Margu mengaku pemasangan drainase di sekitar desa mereka sudah
lama tidak dilakukan. “Parit di pinggir jalan disini tidak ada, kadang kami
sendiri yang membuat parit itu agar air tidak memasuki rumah,”ucapnya.
Terkait pemasangan
drainase yang hanya dilakukan dibeberapa tempat saja, Aston mengharapkan agar
di sepanjang sisi jalan segera dilakukan pemasangan drainase selain tidak
mengganggu lalu lintas berkendara, pemukiman warga di sekitar jalan pun tidak
di genangi air. “Maunya sepanjang jalan tetap ada parit, jadi kita tidak perlu
lagi takut ketika hujan datang,”lanjutnya.
Walaupun sejak lama
dikeluhkan oleh masyarakat, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan adanya
pemasangan drainase di pinggiran jalan Desa Dolok Margu.
Humbahas, Selasa 31 Maret 2015
Tergenang: Kondisi Jalinsum menuju kota Doloksanggul
yang terletak di Dusun Pea Sanggul, Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintong Nihuta,
Kabupaten Humbahas tergenang air akibat tidak adanya drainase disisi jalan
setelah diguyur hujan kurang lebih selama 1 jam. Selasa (31/3). (foto: Eben
Ezer Pakpahan)
BRI Unit Lintong Ni Huta Di Bobol Maling, Rp 1,1 Milyar Raib
BRI Unit
Lintong Ni Huta Di Bobol Maling, Rp 1,1 Milyar Raib
Kantor unit Bank
Rakyat Indonesia (BRI) Lintong Ni Huta, cabang Tarutung di bobol maling. Uang
tunai senilai Rp 1.112.406.000 raib dari brankas kantor yang terletak di Pasar
Baru, Kecamatan Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Kepala Kantor Unit
BRI Lintong Ni Huta, Leo Simatupang yang di konfirmasi SIB tidak memberikan
keterangan yang lengkap terkait bobolnya brankas bank pemerintah tersebut.
Namun saat di hubungi via seluler pada Senin (24/3) Leo membenarkan bahwa bank
yang di pimpinnya dibobol maling. Secara singkat Leo mengatakan bahwa bank yang baru mengadakan
pengundian tabungan Simpedes tersebut sampai Jumat (21/3) masih dalam kondisi
aman.
Namun pada hari
Sabtu (22/3) pihak BRI menemukan kantor sudah dalam keadaan kosong dan brankas
bank tersebut dalam kondisi terbuka. “Kita sedang melapor di Polres Humbahas,
dan kerugian kami sangat besar. Kami juga sedang memberikan keterangan terhadap
polisi. Nanti saya hubungi kembali,” ungkapnya. Namun hingga sore hari, pihak
BRI tidak dapat diminta keterangan lebih lengkap terkait perampokan bank
tersebut.
Secara terpisah,
pihak Kepolisian Resort (Polres) Humbahas mengatakan bahwa pihaknya sudah
menerima keterangan dari sejumlah pihak. Selain itu sudah dilakukan olah tempat
kejadian perkara. Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Humbahas,
Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendro Sutarno mengatakan bahwa pihaknya dalam
upaya penjejakan.
Sejauh ini dari pemeriksaan
kepolisian, brankas bank tersebut merupakan brankas model lama yang memiliki
kunci jepit. Pelaku pembobol brankas menggunakan alat bor sehingga sistem kunci
brankas tersebut rusak. Setelah berhasi dibuka, seluruh isi brankas diboyong
para perampok. “Kita sudah melakukan penyelidikan, dan kita meminta semua pihak
bersabar menunggu pengembangan kasus ini,” jelasnya.
Ketika ditanya
mengenai sistem keamanan bank tersebut, Hendro menambahkan bahwa bank tersebut
di jaga oleh Satuan Pengamangan (Satpam). Namun dia menilai ada kelalaian
petugas keamanan pihak bank. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa
sistem keamanan elektronik bank. Termasuk dari sistem alaram dan sistem
pengawasan menggunakan kamera. “Datanya sudah kita kumpul, namun kita belum bisa
merumuskan hasil sementara dari pemeriksaan. Yang pasti kita juga berharap
kepada pengelola bank agar lebih waspada dan memaksimalkan sistem
keamanan,”tambahnya.
Sementara
dari
pantauan wartawan, BRI Unit Lintong Ni Huta, cabang Tarutung tersebut mulai
melakukan
aktifitas sebagaimana mestinya. Seluruh pelayanan nasabah dapat berjalan
dengan
baik. Informasi yang dihimpun oleh wartawan pihak BRI Unit Lintong Ni
Huta
telah meminta bantuan untuk pelayanan nasabah kepada kantor Cabang yang
berada
di Tarutung. Sehingga seluruh kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan
baik. A.Sihombing (45) seorang nasabah BRI tersebut, mengatakan kejadian
tersebut tidak menggangu pelayanan terhadap nasabah. “Pelayanan
terhadap kami sebagai nasabah tidak ada masalah, namun kami memang
mendengar pembobolan uang milyaran rupiah dari kantor ini,” pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
